Bocah
5 tahun itu berlari. Bolanya baru saja keluar sampai ke jalanan. Hanya jalanan
kecil. Tak ada kendaraan yang akan membuatnya dalam bahaya. Ia mengejar
bolanya. Tapi belum sempat ia mengambilnya, bola itu terhenti karena seseorang.
Orang itu mengambilnya. Ia tersenyum saat bocah itu menatapnya.
“Benarkah?
Kalau begitu ambillah!” balasnya. Bocah itu ragu-ragu. “Tak apa. Ahjussi bukan
orang yang jahat,” tambahnya. Barulah bocah itu mau mendekatinya. Sampai di
depannya, pria itu memberikan bola itu. Tapi ia menahan bocah itu pergi dengan
tangannya mengelus-elus ubun-ubunnya. “Kau manis sekali. Siapa namamu?”
“Jae
Hyuk ieyo. Han Jae Hyuk,” jawabnya begitu lucu.
“Ah…
Jae Hyukie?” ulang pria ini. Tangannya tak lelah mengusap-usap kepala bocah
ini. Sedang Jae Hyuk terus saja menatapnya heran. “Kenapa kau menatap ahjussi
seperti itu?”
“Aku
merasa pernah melihat ahjussi sebelumnya.”
“Benarkah?”
pria ini kembali tersenyum. Tangannya berhenti. Kemudian ia mengambil ponselnya
dari saku jaket hitamnya. “Lihatlah!” ia menunjukkan sebuah foto anak kecil
yang mirip sekali dengan Jae Hyuk.
“Uwah!”
decak bocah ini tak percaya.
“Eotte?
Mirip sekali denganmu, kan?” kepala Jae Hyuk mengangguk polos.
“Itu
siapa?”
“Ini…
ah… ini foto ahjussi waktu kecil. Itulah kenapa kau merasa pernah melihat
ahjussi sebelumnya,” jelasnya. Jae Hyuk hanya mengangguk-angguk polos. Pria itu
kembali merogoh saku jaketnya.
“Jae
Hyuk~a! Apa kau suka menggambar?” ia mengeluarkan sebuah pensil runcing dari
sana.
“Ne.”
“Kalau
begitu… kau boleh memilikinya.”
“Benarkah?”
“Ya.
Ambillah!” Jae Hyuk kelihatan senang menerima pensil itu. “Jae Hyuk~a… gambar
apa yang sering kau gambar?”
“Eomma.”
“Wae?”
“Karena
eomma cantik. Aku senang menggambarnya.” Pria ini nampak berpikir. Tapi
kemudian ia tersenyum.
“Bagaimana
kau tahu kalau eommamu cantik?”
“Ki
Jae appa yang mengatakannya.”
“Ki
Jae? Ah… Han Ki Jae?”
“Bagaimana
ahjussi mengenal Ki Jae Appa? Apa Ahujussi teman Ki Jae Appa?”
“Teman?”
Ia meninggikan senyumannya. “Tidak. Han Ki Jae tidak pernah berteman dengan
Ahjussi. Ahjussi hanya mengenalnya saja.”
“Oh…”
“Tapi,
Jae Hyuk~a… Ahjussi sudah menggambar banyak wanita cantik.”
“Benarkah?”
“Em.”
“Bagaimana
Ahjussi tahu wanita-wanita yang ahjussi gambar adalah wanita yang cantik?”
“Kau
cerdas sekali Jae Hyuk. Kau tahu, Ahjussi punya sebuah rahasia.” Mata Jae Hyuk
membulat.
Sepertinya ia tertarik dengan bahasan pria ini. “Ahjussi bisa
menciptakan sebuah kecantikan. Makannya Ahjussi bisa menggambar wanita-wanita
itu.”
“Benarkah?”
“Em…
Kau mau mendengar rahasia itu?” Jae Hyuk mengangguk. “Mendekatlah!” pinta pria
itu. Ia membisikkan sesuatu pada Jae Hyuk. Awalnya memang Jae Hyuk nampak
terkejut. Tapi, melihat senyuman pria ini, Jae Hyuk langsung diam.
“Tapi…
ini hanya rahasia kita. Oke?” ujar pria itu, menaruh telunjuk kanannya ke depan
bibirnya.
“Tapi…
Ahjussi siapa?”
“Aku?”
pria ini kembali tersenyum. Senyuman ramahnya berubah, menjadi senyum separuh
yang nampak ramah dan mengerikan dalam waktu yang bersamaan.
No comments:
Post a Comment