Tuesday, January 14, 2020

Epilog 99-1


Bocah 5 tahun itu berlari. Bolanya baru saja keluar sampai ke jalanan. Hanya jalanan kecil. Tak ada kendaraan yang akan membuatnya dalam bahaya. Ia mengejar bolanya. Tapi belum sempat ia mengambilnya, bola itu terhenti karena seseorang. Orang itu mengambilnya. Ia tersenyum saat bocah itu menatapnya.
“Maaf, itu bolaku,” ujarnya sopan. Pria itu berlutut. Senyumnya sangat ramah.

“Benarkah? Kalau begitu ambillah!” balasnya. Bocah itu ragu-ragu. “Tak apa. Ahjussi bukan orang yang jahat,” tambahnya. Barulah bocah itu mau mendekatinya. Sampai di depannya, pria itu memberikan bola itu. Tapi ia menahan bocah itu pergi dengan tangannya mengelus-elus ubun-ubunnya. “Kau manis sekali. Siapa namamu?”

“Jae Hyuk ieyo. Han Jae Hyuk,” jawabnya begitu lucu.

“Ah… Jae Hyukie?” ulang pria ini. Tangannya tak lelah mengusap-usap kepala bocah ini. Sedang Jae Hyuk terus saja menatapnya heran. “Kenapa kau menatap ahjussi seperti itu?”

“Aku merasa pernah melihat ahjussi sebelumnya.”

“Benarkah?” pria ini kembali tersenyum. Tangannya berhenti. Kemudian ia mengambil ponselnya dari saku jaket hitamnya. “Lihatlah!” ia menunjukkan sebuah foto anak kecil yang mirip sekali dengan Jae Hyuk.

“Uwah!” decak bocah ini tak percaya.

“Eotte? Mirip sekali denganmu, kan?” kepala Jae Hyuk mengangguk polos.

“Itu siapa?”

“Ini… ah… ini foto ahjussi waktu kecil. Itulah kenapa kau merasa pernah melihat ahjussi sebelumnya,” jelasnya. Jae Hyuk hanya mengangguk-angguk polos. Pria itu kembali merogoh saku jaketnya.

“Jae Hyuk~a! Apa kau suka menggambar?” ia mengeluarkan sebuah pensil runcing dari sana.

“Ne.”

“Kalau begitu… kau boleh memilikinya.”

“Benarkah?”

“Ya. Ambillah!” Jae Hyuk kelihatan senang menerima pensil itu. “Jae Hyuk~a… gambar apa yang sering kau gambar?”

“Eomma.”

“Wae?”

“Karena eomma cantik. Aku senang menggambarnya.” Pria ini nampak berpikir. Tapi kemudian ia tersenyum.

“Bagaimana kau tahu kalau eommamu cantik?”

“Ki Jae appa yang mengatakannya.”

“Ki Jae? Ah… Han Ki Jae?”

“Bagaimana ahjussi mengenal Ki Jae Appa? Apa Ahujussi teman Ki Jae Appa?”

“Teman?” Ia meninggikan senyumannya. “Tidak. Han Ki Jae tidak pernah berteman dengan Ahjussi. Ahjussi hanya mengenalnya saja.”

“Oh…”

“Tapi, Jae Hyuk~a… Ahjussi sudah menggambar banyak wanita cantik.”

“Benarkah?”

“Em.”

“Bagaimana Ahjussi tahu wanita-wanita yang ahjussi gambar adalah wanita yang cantik?”

“Kau cerdas sekali Jae Hyuk. Kau tahu, Ahjussi punya sebuah rahasia.” Mata Jae Hyuk membulat. 
Sepertinya ia tertarik dengan bahasan pria ini. “Ahjussi bisa menciptakan sebuah kecantikan. Makannya Ahjussi bisa menggambar wanita-wanita itu.”

“Benarkah?”

“Em… Kau mau mendengar rahasia itu?” Jae Hyuk mengangguk. “Mendekatlah!” pinta pria itu. Ia membisikkan sesuatu pada Jae Hyuk. Awalnya memang Jae Hyuk nampak terkejut. Tapi, melihat senyuman pria ini, Jae Hyuk langsung diam.

“Tapi… ini hanya rahasia kita. Oke?” ujar pria itu, menaruh telunjuk kanannya ke depan bibirnya.

“Tapi… Ahjussi siapa?”

“Aku?” pria ini kembali tersenyum. Senyuman ramahnya berubah, menjadi senyum separuh yang nampak ramah dan mengerikan dalam waktu yang bersamaan.

“Tae Soo. Kim Tae Soo.”



Sebelumnya

No comments:

Post a Comment