Showing posts with label Fans Fiction. Show all posts
Showing posts with label Fans Fiction. Show all posts

Thursday, January 16, 2020

Eternal Rival


"Meskipun aku ingin, kau dan aku, takkan bisa bersatu. Aku dan kau adalah rival! Rival sejati. Untuk itulah! Lupakan apapun yang sudah kulakukan padamu! Pergi! Pergi dari hadapanku dan jangan pernah menampakkan dirimu di depanku lagi! Apa kau sudah mengerti sekarang?!" 

Ahjumma in My Lesson



“Jeoseonghamnida, Seonsaengnim!” ucap seorang murid SMA yang sudah berdiri di depan pintu. Ia menunduk sembilan puluh derajat begitu pria yang dipanggilnya guru itu berbalik menatapnya. “Saya terlambat,” sambungnya lagi. Pria itu hanya tersenyum sedikit dan mengisyaratkannya untuk langsung masuk saja.

Tuesday, January 14, 2020

Heart Beat



Tlit… tlit… tlit…

Ya Tuhan! Betapa lemah detak jantungnya? Tak berdaya rasanya aku mendengarnya. Mengapa bukan aku saja yang menggantikan posisinya, Tuhan? Mengapa bukan aku saja yang Kau biarkan aku menerima apa yang dideritanya? Jangan dia, Tuhan! Bisakah aku memintanya sekarang?

Diary for a Kiss




"Bruk!"

"Oh, jeongmal mianhaeyo!" suara gadis ini terdengar parau. Mungkinkah ia baru saja menangis? Entahlah. Tak dapat dipastikan karena ia langsung menunduk begitu menabrak laki-laki yang hanya menatapnya memberesi bukunya yang berjatuhan ke tanah. "Mentang-mentang aku yang salah, dia sama sekali tak mau membantuku," rutuk gadis ini.

Hyung, Eoddiga?


"Ceklek!" Terdengar suara pintu di depan dibuka seseorang. Kemudian sesaat terdengar tertutup kembali. Suara langkah seseorang pun ikut menyusul. Tapi Minho enggan beralih dari tempatnya. Ia tak ingin merubah posisi silanya menghadap layar LCD di depannya. Tangannya sejak tadi sudah asik berkutat dengan stick PS. Tak peduli mau ada orang masuk, orang teriak, orang molor. Ia sudah lupa segalanya kalau sudah bersama benda itu.

Mianhae


Kwangmin hanya diam di bangkunya. Menatap sebal plus sedih kertas ulangannya. Pasalnya nilai yang tertera di dalam lingkaran merah paling atas itu sama sekali tak ia harapkan. Sudah lima kali ia mendapat nilai di bawah tujuh. Entah karena apa. Padahal ia sudah rela membabat beberapa jadwalnya untuk belajar. Tapi tetap saja hasilnya jauh dari kata memuaskan! 

As Your Words

>>> 

"Aku lebih baik mati daripada harus menyukainya."
 

***
 

Donghae terlihat begitu antusias memperhatikan permainan Hyuk Jae di bawah sana. Sampai-sampai Jae Hee yang duduk tepat di sampingnya hanya ia diamkan saja. Tapi untung saja Jae Hee tak melancarkan protes. Ia hanya tersenyum melihat Donghae yang sepertinya gemas ingin merebut bola dari kaki Hyuk Jae di sana.