Thursday, January 16, 2020

Begadang


Malam larut
Jarum jam menghardikku
Tidur! Tidur!
Aku terdiam, dengan balut imaji
Yang mengoyak seluruh persendianku
Terlalu sayang,
Malam ini terlalu berharga
Jika sekedar hanya untuk menyambut mimpi

Balut sosok di sela otakku meranggas
Berguguran tepat di bawah telapak kakiku
Kuinjaki, kujumputi
Jangkrik, angin malam, dan desahan katak merana
Mengelus ubun-ubun merdu
Menumbuhkan ide segar beraroma paper mint
Sayang benar
Malam ini tak harus lenyap

Aku tak ingin
Bercumbu dengan malam

Bandarlampung, 17 November 2016

No comments:

Post a Comment