Malam larut
Jarum jam menghardikku
Tidur! Tidur!
Aku terdiam, dengan balut imaji
Yang mengoyak seluruh persendianku
Terlalu sayang,
Malam ini terlalu berharga
Jika sekedar hanya untuk menyambut mimpi
Balut sosok di sela otakku meranggas
Berguguran tepat di bawah telapak kakiku
Kuinjaki, kujumputi
Jangkrik, angin malam, dan desahan katak merana
Mengelus ubun-ubun merdu
Menumbuhkan ide segar beraroma paper mint
Sayang benar
Malam ini tak harus lenyap
Aku tak ingin
Bercumbu dengan malam
Bandarlampung, 17 November
2016

No comments:
Post a Comment